| Pemkab Tabanan YKI Teken MOU | ||||
|
|
Bupati Tabanan, N. Adi Wiryatama pada kesempatan itu mengatakan, melihat realita dimasyarakat, banyak warga yang mengalami gangguan penglihatan, dirinya sebagai pimpinan daerah memiliki tanggung jawab moral untuk membantu mengurangi beban masyarakat, terutama masyarakat kurang mampu. ” Kami memang harus membantu masyarakat yang kurang mampu, utamanya penglihatan. Akhirnya kami mengadakan kerja sama kemitraan dengan Yayasan Kemanusiaan. Dan Yayasan ini pun menyambut antusias kerja sama ini,” ujarnya. Bupati berharap, kegiatan ini bisa terus dilanjutkan ditempat lainnya di Tabanan, sehingga semakin banyak warga kurang mampu yang bisa dibantu. Karena yang secara umum terkena penyakit indra penglihatan adalah masyarakat kurang mampu. Oleh karenanya, yang menjadi sasaran kegiatan ini adalah masyarakat kurang mampu. Senior Projek Manager Yayasan Kemanusiaan Indonesia, I wayan Sukajaya mengungkapkan, dalam upaya menekan jumlah penderita indra penglihatan, memerlukan kerja sama semua pihak, baik pemerintah, swasta dan masyarakat. ” Kerja sama antara kami dan Pemkab Tabanan merupakan salah satu langkah yang cukup strategis dalam upaya mencegah bertambahnya jumlah penderita penyakit gangguan mata. Dan sasaran utama kami adalah masyarakat kurang mampu,” ungkapnya. Dalam sehari pihaknya mampu melayani sekitar 500 pasien pemeriksaan mata dan 10 orang operasi katarak. Ditambahkan Sukajaya, dalam penanggulangan gangguan penglihatan ini pihaknya menerapkan sistem jemput bola. Untuk Bali kata Sukajaya tercatat sekitar 54 ribu angka kebutaan dan terjadi peningkatan angka kebutaan sebesar 3.000 orang pertahun. ” Menekan terjadinya peningkatan angka kebutaan ini memang dibutuhkan kepedulian semua pihak,” paparnya. Pada kesempatan itu Bupati Adi sempat berbincang-boncang dengan warga dan melihat langsung proses operasi katarak di mobil unit operasi katarak miliki Yayasan Kemanusiaan Indonesia. Pada kesempatan itu hadir anggota DPRD Kabupaten Tabanan daerah Pemilihan Tabanan dan Kerambitan dan Ketua Komisi IV DPRD Tabanan, Ni Putu Eka Wiryastuti. Kegiatan sosial tersebut dihadiri ratusan masyarakat Kota Tabanan. *humas tabanan. |
Bupati Tabanan Peduli Veteran
LP Tabanan Dapat Remisi Terbanyak, Tiga Puluh Dapat Remisi, Satu Orang Bebas
Bupati Tabanan Ziarah ke Makam Pahlawan
Bupati tutup Diklat Prajabatan
Ekajaya Dilantik dan Diambil Sumpahnya
Bantu Pokmas, Pemkab Gandeng Perbankan
Prabowo Kagumi KUAT Guama
Tikus Menyerang, Tabanan Surplus 45.975 Ton Beras
POKNAK ELANG BUWANA DINILAI
Kelompok Tani Ternak “Tri Buana” Dinilai Tim Provinsi Bali
Bank Wajib Meyadnya
Rabies Berdampak Pada Kunjungan Wisata Ke Bali.
Wujudkan Tabanan Bersih dan Sehat dengan Sepeda Santai
Bupati Resmikan Private Wings Tabanan Hospital
Tingkatkan SDM dan Mutu Layanan BRSU Tabanan Kerjasama dengan B.Braun
Dokter Teladan Duta Tabanan Dinilai
PORSENIJAR TABANAN 2010 DIBUKA
Kontingen Kwartir Cabang Tabanan Dilepas
STIKES Advaita Medika Tabanan Diresmikan
BUPATI LEPAS KONTINGAN PORSENIJAR KABUPATEN TABANAN
222 SISWA SD DIKUCURKAN DANA GN-OTA
SMP Negeri 1 Tabanan Menuju Sekolah Bertaraf Intenasional
Anandika Parwata Berlaga Matematika ke Jakarta
Wabup Tabanan Buka Lomba Mancing Mania
Seniman Gelar “Sound Of Freedom”
Desa Adat Bedha Laksanakan Pengropyokan Tikus
Jajanan Tradisional Mewarnai Lomba PKB Tabanan
Bupati buka PKB Tabanan ke 32
Gubernur buka MTQ ke 23 Provinsi Bali
Bupati buka Seminar KB-Sehat
Tangkap Ikan Bawa Rejeki
Bersatu Untuk Membangun Tabanan
Bupati Buka Kejuaraan Sepak Bola Perempuan
Jalan santai meriahkan HUT ke 65 Proklamasi kemerdekaan RI di Tabanan
Melaspas Di Pura Desa Dan Puseh Kedampal


Tabanan- Pemkab Tabanan dan Yayasan Kemanusiaan Indonesia (YKI) enandatangani kerja sama kemitraan ( MOU), khususnya dalam pemeriksaan mata, pemberian kaca mata gratis dan operasi katarak, Kamis (7/1) pagi kemarin bertempat di Terminal Transit Pasar Tabanan. Kegiatan pemeriksaan mata, pemberian kaca mata gratis dan operasi katarak bisa dilaksanakan secara berkesinambungan ditempat lain di Tabanan. Kegiatan ini menyasar masyarakat kurang mampu.