Produk Hukum
Adi Wiryatama Tinjau Warga Trans Bali Di Sulsel
Category: Pemerintahan Written by Anom Tbn Hits: 1352
Tabanan-Untuk mengetahui kondisi dan keberadaan warga krama Bali yang berada di daerah transmigrasi, Bupati Tabanan N. Adi Wiryatama melakukan serangkaian
Kehadiran Bupati Tabanan yang disertai sekda I Nengah Judiana beserta sejumlah pejabat pemkab Tabanan di daerah transmigran yang sebagaian besar warganya adalah warga Bali ini, disambut haru dan antusias oleh ratusan krama Hindu di jaba pura Jagat Menara Giri desa Sukamaju, kecamatan Sukamaju, Kabupaten Luwu Utara , Sulawesi Selatan. Selain disambut ratusan warga disertai tetabuhan oleh skaa gong setempat, rombongan Bupati Tabanan juga disambut Bupati Luwu Utara yang diwakili asisten I Sekda Luwu Utara Andi Sariming, Wakil Ketua DPRD, angota muspida, camat Sukamaju, serta kepala desa Sukamju bersama tokoh-tokoh masyarakat setempat. Sebelum melakukan simakrama dan berdialog dengan krama Bali setempat, rombongan Bupati Tabanan ini terlebih dahulu diajak melakukan persembahyangan di utama mandala pura Jagat Menara Giri setempat.
Tokoh krama Bali yang juga ketua PHDI Kabupaten Luwu Utara Drs. I Made Jana mengungkapkan, seluruh krama Bali yang ada di wilayah kecamatan Sukamaju dan sekitarnya merasakan kegembiraan yang sangat luar biasa dan sangat terharu, karena baru pertama kali sejak kehadiran krama Bali di daerah transmigran setempat sejak tahun 1969 baru kali ini mendapat kunjungan kehormatan dari pejabat dari Bali.
Made Jana menambahkan, warga Bali pertama kali datang ke Luwu Utara pada tahun 1969 dan menetap di desa Sida Makmur dan rombongan berikutnya pada tahun 1971 menetap di desa Sukamaju setempat. Jana menambahkan, saat ini jumlah krama Bali di wilayah Kabupaten Luwu Utara sekitar 10.302 jiwa dan di kabupaten Luwu Timur sebanyak 27.000 jiwa, dan krama Bali tersebar di 22 desa di dua kabupaten tersebut. Jana juga menambahkan, para transmigran asal Bali, selain sudah mampu hidup rukun berdampingan dengan warga lain dari berbagai etnis dari berbagai daerah, juga tetap berusaha meneruskan dan melestarikan adat-istiadat dan agama Hindu yang diwariskan oleh nenek moyang krama Bali. Disamping itu, menurut Jana, perhatian pemkab setempat juga sangat bagus serta tidak pernah ada diskriminasi antara warga lokal dengan para transmigran, sehingga warga Bali benar-benar sudah merasa hidup nyaman.
Bupati Tabanan Adi Wiryatama pada kesempatan itu juga mengungkapkan sangat bangga dan terharu menyaksikan atusias dan semangat krama Bali menyambut kehadirannya beserta rombongan di daerah setempat.
Adi Wiryatama juga berpesan, agar krama Bali setempat tetap membangkitkan semangat ke Bali-annya dengan tetap meneruskan tradisi, adat isitiadat dan agama yang diwariskan oleh para leluhur, orang Bali, serta tanpa melupakan berbaur dan membangun harmonisasi dengan warga lainnya.
Sementara asisten I Sekda Kabupaten Luwu Utara Andi Sariming dalam sambutannya mengatakan, sangat gembira dan memberikan ucapan terimakasih kepada Bupati Tabanan beserta rombongan, karena menurutnya, kehadiran Bupati Tabanan ini memberi harapan baru bagi masyarakat khususnya bagi warga Bali yang menetap di daerah setempat. Menurut Sariming, selain warga dari suku Bali, di Kabupaten Luwu Utara terdapat juga terdapat warga trans dari suku Bandung, Jawa Timur, Lombok Barat, Sumba dan beberapa daerah lainnya. Dikatakan, kehadiran para trans dari berbagai daerah ini telah terbukti dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta dapat memotivasi warga lokal untuk bangkit dan bersemangat membangun daerah setempat.
Acara sima krama yang dilakukan Bupati Tabanan ini diakhiri dengan dialog dan tanya jawab dengan krama Bali setempat. dan selain menyerahkan sumbangan sebesar Rp. 10 juta Bupati Tabanan Adi Wiryatama juga berjanji akan mengirimkan bantuan berupa buku-buku pelajaran bahasa daerah dan agama Hindu sesuai permintaan krama setempat. Selain melakukan sima krama dengan krama Bali, Bupati Tabanan dan rombongan juga sempat mengunjungi tempat pelatihan lsm Malindo.
#Humas Tabanan.#