Wabup Sanjaya : Mari Membangun Bangsa dari Desa

Tabanan – Wakil Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Tabanan untuk membangun dan mengembangkan desanya masing-masing. Sehingga, mampu tampil sebagai desa berdikari. Sebab, secara prinsip negara telah menjadikan desa sebagai garda terdepan pembangunan bangsa.

Hal itu ditegaskan Wakil Bupati Sanjaya saat menghadiri Penilaian Lomba Desa Terpadu 2016 di Desa Sesandan, Kecamatan Tabanan, Selasa (3/5). Dalam sambutannya disebutkan, Undang Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa telah merubah secara prinsip pelaksanaan tata kelola pemerintahan desa.

“Yakni, mewujudkan desa sebagai garda terdepan pembangunan bangsa dalam pembangunan bangsa yaitu membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka NKRI,” ujarnya.

Selain dihadiri Wakil Bupati Sanjaya, kegiatan itu juga dihadiri Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Tabanan Nyonya Rai Wahyuni Sanjaya serta beberapa anggota DPRD Kabupaten Tabanan di antaranya I Made Dirga, I Wayan Widnyana, dan  I Gusti Komang Wastana, Camat Tabanan  IGA Supartiwi, serta unsur Muspika Tabanan.

Karena itu, sambungnya, Lomba Desa Terpadu merupakan salah satu tolak ukur untuk menentukan keberhasilan roda pemerintahan desa dengan menyelaraskan pelaksanaannya bersama partisipasi masyarakat. Terutama dalam menggali segala potensi local agar desa lebih mandiri dan mampu mendorong usaha pembangunan masyarakat atas dasar kekuatan sendiri.

Lomba ini, sambungnya, juga untuk meneliti dan mengevaluasi keberhasilan usaha-usaha masyarakat dalam pembangunan desa. “Dan, yang terpenting adalah mengedepankan komitmen dari kenerja pemerintahan desa dengan warganya. Karena peran serta masyarakat  menjadi salah satu kriteria penilaian dalam lomba ini,” tegasnya.

Ketua Tim Penilai I Putu Adi Supraja menjelaskan, penilaian dalam Lomba Desa Terpadu tingkat kabupaten ini berpatokan pada delapan kriteria. menjelaskan bahwa dalam melakukan penilaian, tim berpegang pada delapan kriteria penilaian.

“Ada delapan kriteria penilaian yaitu kriteria pendidikan, kesehatan masyarakat, ekonomi masyarakat, keamanan dan ketertiban, partisipasi masyarakat, pemerintahan, lembaga kemasyarakatan, dan pemberdayaan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.

Dikatakan, penilaian masing-masing desa yang menjadi wakil  kecamatan dilakukan secara bergilir. “Penilaian sudah dimulai dari Desa Pejaten Kecamatan Kediri yakni pada 19 April 2016 lalu dan  terakhir  hari ini di Desa Sesandan, Kecamatan Tabanan,” imbuhnya.

Dia menambahkan, juara satu di tingkat kabupaten ini nantinya akan didaulat sebagai duta Kabupaten Tabanan di tingkat provinsi. “Desa yang meraih juara nantinya akan mewakili Tabanan dalam lomba desa tingkat provinsi,” ujarnya.

Sementara Perbekel Sesandan mengucapakan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Tabanan karena pelaksanaan dua kegiatan lomba yang dipadukan yaitu Lomba Desa Terpadu dan Lomba Pelaksana Terbaik Kesatuan Gerak PKK dan BBGRM dapat berjalan dengan baik.

“Desa Sesandan merupakan satu desa dari 12 desa yang ada Kecamatan Tabanan dan menjadi duta kecamatan yang dinilai dalam lomba tingkat kabupaten tahun ini,” jelasnya.

Lebih jauh dikatakan, Undang Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa telah merubah secara prinsip pelaksanaan tata kelola pemerintahan desa. Yakni, mewujudkan desa sebagai garda terdepan pembangunan bangsa. “Yaitu, membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka NKRI,” ujarnya. @humastabanan

Kandang Sapi Seharga 1 Miliar Diplaspas” Wabup Sanjaya Menghadiri Pemlaspasan Tersebut di Desa Batungsel, Pupuan

Tabanan - Wakil Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya menghadiri pemlaspasan kandang ternak Sapi di Desa Batungsel, Pupuan, Sabtu (30/04). Pemlaspasan ini dilakukan karena telah rampungnya pembangunan kandang sapi milik kelompok ternak sapi yang diprakarsai oleh I Komang Edi Anjaya. Dengan menghabiskan dana kurang lebih RP. 1 miliar dan agar bisa menampung sedikitnya 60 ekor sapi, dimana usaha ini merupakan usaha yang sangat positif yang harus mendapat dukungan dari  Pemerintah.

“Ini adalah usaha yang sangat positif dan sangat membantu Pemerintah di dalam rencana pembangunan kedepannya. Dengan adanya Usaha Ternak Sapi ini, tidak hanya menguntungkan Pemerintah, melainkan akan sangat membantu masyarakat disekitar”, pungkas Sanjaya.

Pada saat itu dirinya juga mengatakan, dengan dibangunnya usaha ternak Sapi dengan volume yang cukup besar pasti akan sangat bermanfaat dalam perekonomian masyarakat disini. Selain bisa menampung banyak pekerja, tentu juga masyarakat secara langsung bisa merasakan manfaatnya.

Sanjaya juga mengatakan, pakan ternak tidak akan menjadi kendala melihat potensi alam di Desa Batungsel, tinggal bagaimana caranya harus ada hubungan timbal balik antara pengusaha dan masyarakat. Sehingga kedepannya bukan saja bisa meningkatkan perokonomian namun juga bisa meningkatkan produktivitas masyarakat di Desa Batungsel serta pertanian di Tabanan, harapnya.

“Pemerintah sangat mendukung dan memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya. Semoga dengan adanya usaha ini bisa lebih mempercepat pertumbuhan perekonomian khususnya di Desa Batungsel dan semoga bisa terus berkembang. Sehingga apa yang kita cita-citakan bersama, yakni mewujudkan masyarakat yang sejahtera, aman dan berprestasi bisa lebih dimantapkan”, tutup Sanjaya

Sebelumnya, ketua Panitia acara I Komang Adi Anjaya mengatakan hal yang sama, yakni pembangunan kandang sapi ini bertujuan untuk meningkatkan ekonomi produktif di masyarakat. Kedepannya agar bisa berkembang terus sehingga apa yang kami harapkan bisa terwujud. Dimana pembangunan ini menghabiskan dana kurang lebih Rp. 1 Miliar dan bisa menampung sedikitnya 60 ekor ternak sapi.

Dia juga menjelaskan rencana kedepannya, kurang lebih 60 ekor sapi akan kami pelihara disini. Mengenai bibit ternak, pakan ternak dan kotoran yang dihasilkan sudah kami agendakan dan pikirkan dengan matang. Mengenai bibit ternak kami memilih sapi local, untuk pakan kami menggunakan pakan yang ada di pasaran serta pakan local seperti kulit kakao dan ampas kopi. Serta untuk kotoran kami akan manfaatkan untuk kepentingan masyarakat dan petani, yakni untuk biogas dan pupuk organic (kompos).

“Sehingga dengan adanya kelompok ternak sapi kami ini, bukan saja bisa meningkatkan perekonomian masyarakat Batungsel. Melainkan bisa membantu petani di Tabanan melalui pupuk yang kami hasilkan”, jelasnya.@humastabanan.

 

 

P2MKP Tabanan Kembali Bagi Ilmu dan Keterampilan --- Untuk Membuat dan Memasarkan Produk Olahan Ikan

TABANAN - Pusat Pelatihan Mandiri Kelautan dan Perikanan (P2MKP) Kabupaten semakin gencar melakukan pelatihan pengolahan dan pemasaran berbagai produk hasil perikanan dan kelautan. Tujuannya tiada lain untuk memberi nilai tambah bagi produk-produk perikanan dan kelautan di Kabupaten Tabanan sesuai keinginan pasar.

Karena itu, sejak 26 April 2016 lalu kegiatan pelatihan kembali digelar di P2MKP Karya Lestari di Banjar Dukuh, Desa Dauh Peken, Kecamatan Tabanan. Dan, pelatihan ini resmi ditutup pada Jumat (29/4) oleh Nyonya Ni Made Putriningsih Wirna Ariwangsa yang juga ketua panitia merangkap Ketua P2MKP Kabupaten Tabanan.

Saat menutup acara tersebut dia menjelaskan, pelatihan selama empat hari itu diikuti 20 orang peserta yang merupakan anggota dari beberapa kelompok pengolah yang ada di Tabanan. "Namun mereka belum pernah mengikuti pelatihan pengolahan dan pemasaran," jelasnya.

Selama pelatihan, sambungnya, para peserta menerima materi kurikulum yang meliputi strategi pengolahan dan pemasaran hasil perikanan. Kemudian, pembuatan produk olahan khusus ikan lele dengan berbagai inovasi dan kreasi dengan hasilnya yang terdiri dari beberapa varian. Di antaranya, abon, nuget, kaki naga, keong mas, siomay, hingga bakso.

"Serta bagaimana mengemas produk olahan yang dihasilkan dan bagaimana metode menganalisa usaha lalu memasarkannya," imbuhnya.

Dikatakan, pelatihan ini diharapkan mampu menambah wawasan dan pengalaman para pesertanya dalam mengolah produk-produk perikanan dan kelautan. 

Dia juga menyebutkan, dari sisi potensi perikanan dan kelautan, Tabanan terhitung cukup melimpah. Namun, kwantitas produksi itu harus dibarengi dengan peningkatan nilai tambah yang hanya bisa dilakukan dengan mengembangkan inovasi serta mengamati selera dan keinginan pasar.

Pemateri dalam kegiatan itu terdiri dari Balai Pendidikan dan Pelatihan Perikanan (BP3) Banyuwangi yang juga bertindak sebagai supervisor,  I Gede Agus Surya Pratama; perwakikan Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Tabanan, serta pengelola P2MKP Karya Lestari.

Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Tabanan I Made Subagiarta menyampaikan terima kasihnya kepada seluruh peserta, supervisor, serta pihak-pihak yang terlibat selama pelaksanaan pelatihan tersebut.

"Ke depannya, kami berharap kegiatan ini masih bisa berlanjut karena masih banyak kelompok-kelompok yang belum mendapatkan pelatihan pengolahan seperti ini," ujarnya.

Dia juga mengajak para peserta pelatihan untuk menerapkan ilmu yang diperoleh selama mengikuti pelatihan tersebut. "Semoga secara perlahan bisa dikembangkan sebagai usaha ekonomi untuk menunjang kebutuhan ekonomi rumah tangga," tandasnya.@humastabanan

 

 

“Ditandai Dengan Pemukulan Gong” Bupati Eka Meresmikan Desa Wisata Ekologis Nyambu

Tabanan - Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti meresmikan Desa Wisata Ekologis Nyambu yang berlokasi di Desa Nyambu, Tabanan, dengan nama program Langgeng EcoTourism, Jumat (29/04).

Dengan menggandeng mitra local yaitu Yayasan Wisnu, PT.LKJ dan British Council, Pemkab Tabanan berupaya meningkatkan kapasitas masyarakat untuk dapat mengelola usaha pariwisata. Dan meningkatkan pendapatan mereka melalui pengenalan potensi Desa, kekayaan alam, potensi Budaya dan seni yang bisa dikelola oleh masyarakat setempat dan memberi manfaat secara ekonomi serta mendukung pertumbuhan sektor pariwisata.

Saat meresmikan program itu Bupati Eka sedikit bercerita, dulu katanya dia ingat sekitar 2 Tahun yang lalu British Council datang ke sini, dan menanyakan Desa mana yang bisa dikembangkan untuk Desa wisata dan masyarakatnya bisa dibina. Dan pada waktu itu yang ada dalam oikiran saya adalah Desa Nyambu, jelas Bupati Eka.

Beliau juga menjelaskan kenapa memilih Desa Nyambu, karena potensi masyarakatnya luar biasa. Tinggal sekarang bagaimana kita bisa memberikan kesempatan pada Desa Nyambu supaya bisa tampil, berperan seperti Desa-Desa yang lain yang ada di Tabanan.

“Tidak hanya itu, respon masyarakat yang begitu besar dan penuh semangat membuat saya tersentuh dan ingin mengembangkan Desa Nyambu sebagai Desa Wisata. Dan saya selaku Wakil Pemerintah berharap agar Desa Nyambu bisa terus berkembang terus, karena Desa ini memang betul-betul Desa binaan”, tegasnya.

Dirinya juga mengatakan mempunyai hubungan yang sangat dekat dengan Desa Nyambu. “Saya merasa mempunyai hubungan yang dekat sekali dengan Desa Nyambu, walaupun sempat agak sedikit terlambat dalam memperbaiki Desanya terutama masalah Infrastruktur, kami mohon maaf. Terlepas dari politik, semua rakyat Tabanan adalah rakyat saya dan semua harus dibantu mengenai infrastrukturnya”, pungkas Bupati Eka.

Mengenai jalan di Desa Nyambu, mudah-mudahan bulan depan sudah bisa terealisasi kira-kira sepanjang 8 Km, supaya transportasi bisa berjalan lancar. Dirinya juga mengajak, agar bersama-sama mengisi kemerdekaan ini dengan hal yang positif sehingga kedepannya tidak ada lagi Desa yang tertinggal di Tabanan dan bisa seperti Desa Nyambu ini, ajaknya.

“Kalau Desa Wisata ini bisa berkembang di 133 Desa di Kabupaten Tabanan maka perekonomian Tabanan pun akan meningkat. Karena Desa Wisata ini lebih mengedepangkan masyarakatnya dan memanfaatkan potensi yang ada di Desa. Karena masyarakat sendiri yang menjadi pelaku dan penikmatnya langsung, maka dengan adanya Desa Wisata ini masyarakat akan sangat diuntungkan, disamping bisa menjual keindahan alam kita juga bisa menjual kuliner unggulan di Desa Kita. Dan ini sudah terbukti di Desa Pinge, Desa Blimbing, yang sekarang ini sudah ada 18 Desa yang dikembangkan. Target kedepan akan diperbanyak lagi menjadi 22 Desa dan seterusnya. Dengan adanya Program Desa Wisata ini, fungsi alih lahan bisa kita minimize”, tutup Bupati Eka.

Sebelumya, Chief representative Diageo Adam Djokovic mengatakan, kami sangat senang bisa hadir disini untuk peluncuran Desa Wisata Ekologis Nyambu. Kami berharap program ini dapat memberikan manfaat positif dalam meningkatkan perekonomian masyarakat.

“Melalui kegiatan ini masyarakat bukan hanya terlibat dalam pemetaan dan pengelolaan Wisata Desa, tapi melainkan masyarakat kembali mendalami sejarah mereka yang panjang karena Desa ini memiliki nilai yang sangat historis. Kegiatan ini juga memperkuat identitas budaya dan historis masyarakat Nyambu,” kata Djokovic.@humastabanan.

 

 

Visit Tabanan

  • BARIS LEGENDA

    Latar Belakang Pada jaman kerajaan di Bali pada umumnya upacara keagamaan merupakan suatu upacara yang disakralkan. Salah satunya seperti upacara Read More
  • JOGED DADUA

    Pendahuluan Beberapa sebutan/nama untuk merujuk pada tarian joged yang tedapat di Banjar Suda Kanginan seperti; Joged Duwe; tarian ini berkait Read More
  • TARI KETUNGAN

    Sejarah Terbentuknya Tari Ketungan Adalah ide dari seorang warga bernama Ketut Winaya yang menginginkan desa adat Tegal Mengkeb Kaja membentuk Read More
  • Sagung Ayu Wah

    Sagung Ayu Wah, Simbol Kepahlawan Wanita Tabanan Kesetaraan gender mungkin sudah mulai di kenal sejak lahirnya pahlawan Wanita Raden Ajeng Read More
  • 1
  • 2

Statistik Situs

Articles View Hits
7981485

Pemkab Tabanan

Jalah Pahlawan No. 19, Tabanan - Bali

Telp  : +62 0361 - 811417

Pengunjung Online

We have 126 guests and no members online