Jelang Idul Fitri, Pemkab Tabanan Gelar Pasar Murah

TABANAN  – Kenaikan harga kebutuhan pokok acap kali terjadi menjelang hari raya. Selain operasi pasar, langkah antisipasi lainnya yang dilakukan pemerintah adalah dengan menggelar pasar murah. Dua kegiatan tersebut rutin digelar Pemkab Tabanan setiap menjelang hari raya keagamaan. Seperti yang dilakukan menjelang hari raya Idul Fitri tahun ini.

Dalam pelaksanaannya kali ini, Pemkab Tabanan melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) menggelar pasar murah di tiga tempat pada waktu yang berbeda yakni di Tabanan, Kediri, dan Baturiti. Kegiatan itu secara simbolis di Lingkungan Tunggal Sari, Desa Dauh Peken, Tabanan oleh Asisten II Setda Kabupaten Tabanan I Wayan Miarsana pada Selasa (28/6).

Sesuai jadwal, pasar murah kemarin digelar di dua tempat. Selain di Lingkungan Tunggal Sari, Desa Dauh Peken, Tabanan, kegiatan yang sama juga dilaksanakan di aula Kantor Camat Kediri. Sementara untuk di Kecamatan Baturiti baru akan dilaksanakan pada 1 Juli mendatang di Desa Candikuning.

Bupati Tabanan dalam sambutan yang dibacakan Asisten II, Wayan Miarsana, menjelaskan bahwa dalam setiap hari raya keagamaan, kecenderungan harga-harga kebutuhan pokok cenderung mengalami peningkatan. Berbagai upaya telah dilakukan untuk mengendalikan harga kebutuhan pokok.

“Salah satunya dengan pembentukan Tim Pengendalian Inflasi di tingkat provinsi dan kabupaten/kota,” ujarnya.

Dalam sambutannya juga, Bupati mengajak umat Islam yang sebentar lagi merayakan Idul Fitri untuk mengatur dan memperhatikan pola belanja kebutuhan pokok. Dengan tujuan, mengantisipasi lonjakan harga yang tajam. “Dan, bisa mempengaruhi harga-harga barang itu sendiri,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Disperindag Tabanan IB Made Wiryawan menjelaskan, selama pasar murah ada 900 kupon yang dibagikan kepada masyarakat. Satu tempat dialokasikan sebanyak 300 kupon. Kupon seharga Rp 100 ribu itu disubsidi 50 persen atau sebesar Rp 50 ribu dengan isi berupa seperti telur, minyak, beras, gula serta beberapa kebutuhan pokok lainnya.

“Selain itu ada juga beberapa UMKM yang dirangkul untuk memberikan alterinatif pilihan bagi pengunjung. Namun untuk produk-produk di luar kebutuhan pokok tidak mendapatkan subsidi,” tandasnya. (humastabanan)

Bupati Tabanan Sampaikan Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2015

TABANAN– Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti menyampaikan rancangan peraturan daerah (perda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2015 dalam sidang paripurna yang berlangsung pada Senin (27/6) di DPRD Tabanan.Sidang yang dipimpin oleh Ketua DPRD Tabanan I Ketut Suryadi itu turut dihadiri oleh Wakil Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya, jajaran SKPD, dan Forum Koordinasi Pimpian Daerah (Frokominda) Tabanan.

Wabup Sanjaya hadiri HUT Seruling Dewata

Tabanan - Puncak perayaan hari jadi yang ke 31  perguruan Seruling Dewata dilaksanakan dengan pemotongan tumpeng sederhana namun bermakna. Perayaan yang dihadiri oleh Wakil Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya  diselenggarakan  Minggu (26/6) di Banjar Bunut Puhun, Desa Bantas, Selemadeg Timur.

Hadir pada kesempatan ini Ketua DPRD Tabanan I Ketut Suryadi, Anggota DPD RI Cok Ratmadi, beberapa anggota DPRD Kabupaten Tabanan, Penglingsir Puri kerambitan, unsur  Muspida, para pimpinan SKPD Pemerintah Tabanan serta Camat dan Perbekel Setempat.

Ketua Panitia I  Wayan Wirasa melaporkan perguruan seruling Dewata ini berdiri pada tanggal  26 Nopember 2007  bertempat di Banjar Bunut Puhun, Desa Bantas, Kecamatan Selemadeg Timur. Merupakan wujud  sebuah perjuangan yang panjang dari sesepuh yang bernama Ki Nantra Dewata Sesepuh  generasi IX perguruan seruling Dewata, beserta para perintis perguruan lainnya yang bertekad untuk melestarikan nilai-nilai luhur bali kuno peninggalan pertapaan Candra Parwata dari Gunung Watukaru dengan mendirikan perguruan ini.

Di dalam perguruan seruling Dewata terdapat 72 ilmu silat Bali Kuno yang terdapat  dalam pustaka  seruling Dewata namun sampai saat ini baru 27 cabang ilmu silat yang diturunkan pada para muridnya. Perguruan ini telah banyak memiliki anggota baik  dari kalangan anak-anak, dewasa dan lansia karena perguruan ini tidak  memiliki batasan  umur siapapun bisa berada dalam perguruan ini, jelasnya.

Dirinya pun menjelaskan, berbagai kegiatan dilaksanakan dalam menyambut hari jadinya yang ke 31. Diantaranya pelukatan massal, Kejuaraan silat, Seminar nasional, Japa Marga, Yoga Massal, Pengobatan Massal  dan Pembacaan Weda. “ Kami sangat berharap, selain dari para sesepuh dan murid perguruan, sekiranya kedepan masyarakat Tabanan bisa melihat visi dari perguruan kami, sehingga melalui kegiatan ini dapat berbagi tanggung jawab yang begitu besar dalam melestarikan nilai-nilai tradisi luhung peninggalan leluhur kita dari pertapaan Candra Parwata,” tegasnya.

Sesepuh I ketut Nantra mengucapkan terima kasih  atas kerjasama dan partisipasinya, sehingga perguruan seruling dewata ini masih tetap eksis, walaupun banyak ada pesraman-pesaraman yang terdapat di Bali. “ Bali merupakan pusat pembelajaran Bali kuno, mari kita tingkatkan  minat belajar pada generasi muda, agar bisa  semakin menjunjung tinggi nilai-nilai luhur tradisi dari leluhur,” tutupnya.

Wakil Bupati Tabanan Komang Gede Sanjaya memberikan apresiasi yang tinggi serta mengucapakan selamat ulang  tahun yang ke 31, semoga dengan bertambahnya usia Perguruan Seruling Dewata, diharapkan dapat melahirkan generasi – genarasi yang lebih bertanggung jawab akan nilai-nilai leluhur, harap Sanjaya.

 Dirinya juga merasa  bangga karena Perguruan Seruling Dewata  mampu menjaga eksistensi kearifan lokal dengan turun menurun dan dapat ditularkan kegenerasi sekarang. “Dengan menjaga kearifan local dan  khasanah kebudaayan  tetap terpelihara sedemikian rupa, sehingga bisa menjadi kebanggaan bagi kita semua”, imbuhnya.

Dirinya juga menambahkan, melalui kegiatan ini, sekiranya komunikasi dan koordinasi dengan pemerintah Tabanan tetap dijaga dan ditingkatkan. Dengan begitu para generasi muda lebih mempunyai karakter dalam pembangunan bangsa menuju revolusi mental. Bagaimana pun  dengan kemajuan teknologi yang dihadapi masyarakat sekarang ini,  kalau tanpa karakter  eksisitensi  tradisi leluhur tidak akan dapat terjaga. Tema yang diambil telah sejalan dalam menuju  pembangunan karakter bangsa yang spiritulis.

”Mari kita gelorakan dari sejak dini mulai dari sekolah, sehingga untuk mewujudkan Tabanan Serasi dapat segera diwujudkan. Dan tetap jaga gotong royong,  saling paras paros selunglung sebayan taka sehingga timbul keaamanan dan kenyamanan,” tutup  Sanjaya . @humastabanan.

 

 

 

Penglukatan Banyu Pinaruh Dihadiri Wabup Sanjaya 

Tabanan-Sehari setelah hari suci Saraswati, umat Hindu di Bali menyambut hari suci Banyu Pinaruh. Lumrahnya, Banyu Pinaruh disambut dengan mendatangi pesisir pantai . Tujuannya tiada lain untuk melakukan upacara pengelukatan atau membersihkan diri. 

Di Kabupaten Tabanan, ritual Banyu Pinaruh yang jatuh pada Minggu (26/6) kemarin, terasa sedikit berbeda. Khususnya di pesisir pantai Yeh Gangga, Kecamatan Tabanan. Ini karena berlangsungnya upacara pengelukatan Baruna Astawa yang diikuti sekitar 3.000 siswa SMP, SMA, maupun masyarakat yang jumlahnya lebih banyak dari 6 bulan sebelumnya. Mereka bukan hanya datang dari Kecamatan Tabanan saja, melainkan hampir dari seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Tabanan dan ada juga yang dari Kabupaten Jembrana. Bahkan, Wakil Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya juga hadir di kesempatan yang suci tersebut. 

Upacara pembersihan diri secara niskala atau batin yang tiba enam bulan sekali ini dipimpin oleh tujuh orang sulinggih. Di antaranya, Sri Bagawan Ludra Pramadaksa dari Griya Srongga Kerambitan, IPM. Kherta Dhyanaparamita dari Griya Sulawesi, Ida Yang Bagawan Agung Ananda Narendra Kusuma dari Griya Agung Penarukan Kerambitan, IPM. Daksa Giyana Samyoga Manuaba dari Griya Agung Sempidi, IPM. Ciwa Putra Parama Manik Kusuma Manuaba dari Griya Agung Baturiti Kerambitan, IPM Prinata Daksa Manuaba dari Griya Kukuh Kerambitan, dan IPM. Ciwa Putra Sanatana Daksa Manuaba dari Griya Utu Penebel.

Upacara yang diprakarsai Paiketan Daksa Dharma Sadhu (PDDS) Kabupaten Tabanan ini juga dihadiri Empat Anggota DPRD Kabupaten Tabanan dari Fraksi PDI-P, dan satu dari Fraksi Golkar, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikmudora) Kabupaten Tabanan I Putu Santika, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Kabupaten Tabanan I GN Supanji, Kabag Humas Tabanan I Putu Dian Setiawan, Camat Tabanan dan sejumlah tokoh masyarakat, serta Perbekel setempat. 

Usai melakukan ritual dan persembahyangan bersama, Wakil Bupati Sanjaya menyampaikan apresiasi positifnya terhadap kegiatan yang diprakarsai PDDS Kabupaten Tabanan tersebut. Dikatakan, upacara ini merupakan yang ketiga kalinya digelar di Kabupaten Tabanan.“Meskipun PDDS Tabanan masih seumur jagung namun bisa melaksanakan kegiatan yang sangat suci ini, saya tetap memberikan apresiasi serta dukungan. Karena sudah m  embuat gebrakan seperti ini. Apalagi tujuan upacara ini adalah menyucikan pikiran dan hati,” ujarnya. 

Apresiasi yang sama juga disampaikan kepada para peserta yang sebagian besar siswa SMP atau SMA. Karena sejak pagi hari telah bersemangat mengikuti upacara ini. Meskipun kehujanan kehadiran mereka, menurut Wakil Bupati Sanjaya, tidak menyurutkan niat anak-anak untuk melakukan ritual banyu pinaruh. Ini menjadi sebuah jawaban atas kekhawatiran para orang tua di tengah isu degradasi moral yang akan dialami generasi muda mendatang sebagai pengaruh negatif dari globalisasi. “Ini sekaligus menjadi jawaban atas kekhawatiran itu. Saya terharu dan berharap, kita para orang tua tetap memberikan arahan dan tuntunan kepada adik-adik atau anak-anak kita kedepanya agar berbuat sesuai dengan kebaikkan,” imbuhnya.

Memaknai ritual yang berlangsung kemarin, Wakil Bupati Sanjaya mengungkapkan, bahwa upacara yang digelar PDDS tersebut merupakan kesempatan yang baik untuk membersihkan hati dan pikiran. Terlebih sehari sebelumnya merupakan hari turunnya ilmu pengetahuan yang biasa disebut Hari Suci Saraswati. Karena itu, sambungnya, kegiatan pengelukatan massal tersebut  bisa dikembangkan lagi ke seluruh kecamatan lainnya. Untuk itu dirinya meminta seluruh anggota PDDS agar meningkatkan koordinasinya dengan Pemerintah. “Saya selaku pemerintah akan terus mengkawal kegiatan ini apalagi saya merupakan pembina paiketan PDDS ini. Tingkatkan lagi kesatuan dan persatuan antar anggota paiketan, serta dengan Pemerintah agar 
program-program sosial yg diagendakan kedepan bisa berjalan lancar dan terinci”, pungkasnya.

Sementara itu, Ketua PDDS Tabanan I Ketut Suriarta mengatakan hal yang sama yaitu tujuan dari penglukatan ini adalah untuk memasukan segala kewuruhan/kebaikan karena kemarin adalah hari turunnya ilmu pengetahuan. Dan Baruna Astawa intinya memohon keselamatan dunia beserta isinya, dengan mengambil segara (pesisir pantai) sebagai tempat karena di Segara merupakan tempatnya Tirta Kamandalu. Agar Sang Baruna memberikan anugrahnya kepada seluruh umat manusia, jelasnya.

“Dengan diadakannya kegiatan ini untuk yang ketiga kalinya di tempat yang sama, kedepan kami berharap agar umat yang ada di bali khususnya yang beragama Hindu tetap bakti dan meningkatkan keimanannya kepada Ida Sang Hyang Widhi melalui amal perbuatan yang baik”, tutupnya. @humastabanan.

 

 

Statistik Situs

Articles View Hits
8049257

Pemkab Tabanan

Jalah Pahlawan No. 19, Tabanan - Bali

Telp  : +62 0361 - 811417

Pengunjung Online

We have 14 guests and no members online